Tampilkan postingan dengan label TenTANG HARapaN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TenTANG HARapaN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2010

“masihkah engkau genggam harapan”



Sepasang suami istri menggelar daganganya di trotoar jalan, saat itu petang turun terburu buru sehingga lampu jalan pun tak cukup terang menerangi dagangan mereka. Di sebelah kanan kiri mereka banyak tumpukan puing puing bongkaran pasar. Di depan, berlalu lalang kendaraan dan langkah langkah cepat. Siapa pula yang tertarik membeli?? Namun mereka berdua silih berganti menyapa dan menawarkan dagangan. Kaos anak warna warni, sapu tangan sebungkus tiga, kemudian rok kecil, baju mini strowbery..entah apa lagi.

“wahai suami istri pedagang, mengapa kalian yakin ada yang membeli dagangan itu. Bagaimana kalian bisa menjajakan barang di keremangan dan keriuhan seperti ini??”

“kami tak kehilangan harapan”. Begitu jawab nya. Itulah satu satunya kekuatan kami. Kami tak tahu apa dan bagaimana membesarkan usaha ini, namun kami tahu bahwa- HARAPAN TAKKAN PERNAH MENINGGALKAN MEREKA YANG MENGGENGGAMNYA- berterimakasihlah pada manusia manusia kecil yang senantiasa memberikan teladan dan menebarkan harapan perbaikan hidup bagi kita. Senyum yang tetap terjaga saat barang mereka terkena hujan, kesabaran yang luarbiasa bahkan tanpa pembeli yang kesekian, ketidak tahuan kecil tentang pemasaran tetapi tetap membuat mereka bertahan, mereka adalah tiang tiang penyangga langit dari keruntuhan, penyeimbang dari anda wahai manusia manusia besar, mereka adalah peredup terik mentari kehidupan yang pasti ada kalanya panas dan membakar,

“ tidakkah kita melihat pembelajaran dari kuatnya harapan bahkan di pinggir jalan?”
(di sadur dari keebook “menggenggam harapan”)

Regards

M Lukman Hakim
(kimsaysfor_soul)

Jumat, 22 Mei 2009

A bundle of inspiring notes



Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.

Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?

Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja

belajar dari kisah sederhana adalah hal yang bijak apalagi bila engkau sanggup mengartikan segala kebaikan di dalamnya (kimsaysfor_Soul)